Kembali ke Tulisan
berita · 2 menit baca

Tutup DIKTANAS Angkatan ke-8, Aktivis Peneleh Tegaskan Semangat Tjokroisme

Tutup DIKTANAS Angkatan ke-8, Aktivis Peneleh Tegaskan Semangat Tjokroisme

 

Malang (Aktivis Peneleh) – Pendidikan Tingkat Atas Nasional (DIKTANAS) Aktivis Peneleh Angkatan ke-8 resmi ditutup Senin, 7 September 2026 di Masjidil Ilm Yayasan Bani Hasyim, Malang. Kegiatan berlangsung sejak 4-7 September 2026 dan menandai berakhirnya kaderisasi tingkat atas secara formal bagi peserta angkatan ke-8.

Kaderisasi tingkat tiga ini mengusung semangat Tjokroisme untuk mendorong peserta menjadi pribadi unggul dalam perjuangan kebangsaan. Penutupan sekaligus menjadi penanda tugas baru peserta sebagai "Pengader, Penggerak, Peradaban".

Panitia dan fasilitator mengingatkan peserta untuk menyelesaikan penugasan pasca-DIKTANAS yang telah disepakati, serta berharap ilmu yang didapat bermanfaat bagi diri sendiri, nusa dan bangsa.

Suasana diskusi mendalam peserta DIKTANAS ke-8

Ketua Rumah Kaderisasi Pimpinan Pusat Aktivis Peneleh, Miftahussurur, S.H., menyampaikan tiga pesan penting terkait peran pengader, penggerak, dan peradaban.

"Menjadi Pengader itu memang tidak mudah, tapi itulah bentuk apresiasinya. Sebab menjadi pengader itu bukan hanya mentransfer pengetahuan, dibalik itu diamanahi tanggung jawab untuk menemani proses seorang kader, serta memantik kesadarannya secara bertahap," ujarnya.

Ia menambahkan, kesadaran seseorang perlu diwujudkan menjadi tindakan nyata melalui peran sebagai penggerak, sementara peradaban menjadi puncak harapan generasi saat ini agar menjadi pelaku aktif dari peradaban yang diimpikan.

Lebih lanjut, ia menyebut peserta DIKTANAS ke-8 sebagai manifestasi "Trisula Raja Tanpa Mahkota" yang merepresentasikan harapan dan tujuan kolektif dari seluruh peserta pada angkatan kali ini, "Melihat peserta DIKTANAS ke-8 ini adalah manifestasi dari Trisula Raja Tanpa Mahkota itu adalah teman-teman," ungkapnya.

Menurutnya, keterangan tersebut sejalan dengan capaian jenjang tiga, yakni kemampuan peserta mengontekstualisasikan kembali karya HOS Tjokroaminoto. Ia menegaskan, keberhasilan menuntaskan kaderisasi tingkat atas ini menjadi bukti konkret masih menyalanya semangat kaderisasi di kalangan kader, sekaligus memperluas wawasan dan arah gerak Aktivis Peneleh ke depan.(*)

Bagikan Tulisan Ini

Sebarkan gagasan ini kepada lebih banyak orang.

Ditulis oleh Aktivis Peneleh

08 September 2026 · 2 menit baca

← Tulisan lainnya