Kembali ke Tulisan
berita Tjokroisme · 3 menit baca

Kupas Tuntas Tjokroisme Sesi 2: A. Dedi Mulawarman Sebut Sistem Bangsa Terjangkit "Zombie Pancasila", Serukan Dekolonisasi Pendidikan

Kupas Tuntas Tjokroisme Sesi 2: A. Dedi Mulawarman Sebut Sistem Bangsa Terjangkit "Zombie Pancasila", Serukan Dekolonisasi Pendidikan

MALANG – Memasuki kajian "Tjokroisme Sesi 2", pemikir dan akademisi A. Dedi Mulawarman kembali membedah kedalaman gagasan serta nilai perjuangan Pahlawan Nasional H.O.S. Tjokroaminoto. Dalam pemaparannya, Dedi menyoroti realitas bangsa Indonesia masa kini yang ia sebut sedang mengidap fenomena "Zombie Pancasila", di mana wujud luar negara tampak berlandaskan Pancasila, namun secara sistemik—mulai dari politik, hukum, birokrasi, hingga ekonomi—telah dikuasai oleh nalar liberalisme.

Menurut Dedi, kemerdekaan fisik memang telah diraih berkat proklamasi yang digaungkan oleh anak ideologis Tjokroaminoto, yakni Ir. Soekarno, pada 17 Agustus 1945. Namun, cita-cita Tjokroaminoto tentang "Kemerdekaan Sejati" masih jauh dari harapan. Kerusakan sistemik seperti maraknya korupsi, lanjutnya, berakar dari kolonisasi sistem pendidikan yang telah berlangsung selama kurang lebih 125 tahun, terhitung sejak kebijakan Politik Etis Belanda pada 1901 yang menyingkirkan sistem pendidikan Islam Nusantara.

"Pancasila itu hanya kulit mukanya, tapi dalamnya sudah liberal lewat kolonisasi pendidikan. Wajar kalau birokrasi, sains, politik, dan ekonomi kita menjadi liberal. Kita butuh apa yang dalam Tjokroisme disebut sebagai Dekolonisasi," tegas Dedi.

Dedi menekankan bahwa memperbaiki keadaan tidak cukup hanya dengan membentuk lembaga-lembaga baru, melainkan harus merekonstruksi akar pikirannya melalui "Hijrah Makrifat Kebudayaan yang Beragama". Ia mengajak generasi saat ini untuk menelusuri kembali DNA perjuangan bangsa melalui penafsiran tekstual dan kontekstual atas pemikiran-pemikiran Tjokroaminoto, seperti Tafsir Program Asas dan Program Tanzim.

"Kita harus memproduksi pemikiran baru yang berakar pada nilai utama Tjokroaminoto, tapi dibawa ke ruang dan waktu hari ini. Ujung akhirnya adalah sebuah gerakan berkesucian," pungkasnya.

💡 PESAN UTAMA YANG DISAMPAIKAN

Dari kajian Sesi 2 ini, terdapat 4 pesan fundamental yang ingin ditanamkan kepada para pendengar:

  1. Kemerdekaan Fisik Sudah Selesai, Kini Saatnya Kemerdekaan Sejati (Dekolonisasi) Tugas merebut kemerdekaan secara teritorial sudah diselesaikan oleh generasi Soekarno. Tugas generasi saat ini bukanlah mengulang narasi "revolusi fisik", melainkan mewujudkan Kemerdekaan Sejati dengan cara melakukan dekolonisasi (penghapusan sisa-sisa penjajahan) di ranah pikiran, kebudayaan, dan pendidikan.
  2. Waspada Bahaya "Zombie Pancasila" Ini adalah peringatan keras bahwa sistem negara kita sedang sakit. Banyak regulasi, kebijakan ekonomi, dan perilaku elite politik (seperti korupsi) yang sebenarnya sangat liberal dan kapitalistik, namun berlindung di balik topeng atau jargon-jargon Pancasila. Kesalahan ini berakar dari sistem pendidikan modern bawaan Barat yang perlahan menjauhkan bangsa ini dari nilai tauhid dan kemanusiaan.
  3. Inspirasi Pergerakan dari Rasulullah dan Tjokroaminoto Setiap perjuangan membutuhkan kesabaran dan kemandirian. Sebagaimana Rasulullah yang mampu bertahan di tengah pemboikotan kaum Quraisy untuk membangun peradaban baru, Tjokroaminoto pun memilih tidak tunduk pada Belanda. Ia merumuskan agendanya sendiri dengan memegang prinsip kemandirian (Zelfbestuur). Pesannya: Jangan ikut arus sistem yang rusak, ciptakan agendamu sendiri.
  4. Wajib Melakukan Tafsir Kontekstual Tjokroisme Gagasan Tjokroaminoto tidak boleh hanya dibaca sebagai sejarah masa lalu. Nilai-nilai murninya harus dibedah (Tafsir Tekstual), kemudian diadaptasi untuk memecahkan masalah-masalah sosial, politik, dan ekonomi di zaman modern (Tafsir Kontekstual), yang pada akhirnya bertujuan mencapai Hikmah Berkesucian (gerakan yang bersih hati dan jernih pikirannya).

Sumber Video:

https://youtu.be/pRp_MXUGO_g?si=5V9JdKUQke4ddELB

Bagikan Tulisan Ini

Sebarkan gagasan ini kepada lebih banyak orang.

Dokumentasi Foto (2)
Kupas Tuntas Tjokroisme Sesi 2: A. Dedi Mulawarman Sebut Sistem Bangsa Terjangkit "Zombie Pancasila", Serukan Dekolonisasi Pendidikan
Kupas Tuntas Tjokroisme Sesi 2: A. Dedi Mulawarman Sebut Sistem Bangsa Terjangkit "Zombie Pancasila", Serukan Dekolonisasi Pendidikan

Ditulis oleh Admin

14 September 2026 · 3 menit baca

← Tulisan lainnya