Kembali ke Tulisan
berita Tjokroisme 19 Jun 2026 · Admin

Refleksi 110 Tahun Zelfbestuur: "Sudahkah Indonesia Merdeka?" Menggema di Malang

Refleksi 110 Tahun Zelfbestuur: "Sudahkah Indonesia Merdeka?" Menggema di Malang

Malang – Di tengah hiruk-pikuk kota, Taman Merjosari Malang menjadi saksi bisu sebuah refleksi panjang perjalanan bangsa, Senin malam (15/6/2026). Ratusan aktivis, akademisi, dan masyarakat umum berkumpul untuk memperingati 110 tahun Deklarasi Zelfbestuur, sebuah konsep pemerintahan sendiri yang digaungkan oleh HOS Tjokroaminoto pada Kongres Nasional Sarekat Islam di Bandung tahun 1916. Mengusung tema besar "Refleksi 110 Tahun Zelfbestuur", acara yang digelar oleh Aktivis Peneleh ini sukses menggugah kesadaran kolektif tentang makna kemerdekaan yang sesungguhnya.

Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB ini dibuka dengan nuansa yang khidmat. Rangkaian kegiatan diawali dengan tampilan seni yang memukau, dilanjutkan dengan orasi ilmiah yang mengupas tuntas warisan pemikiran HOS Tjokroaminoto, serta diakhiri dengan sesi penulisan harapan untuk 110 tahun Indonesia ke depan [gambar: Taman Merjosari penuh sesak oleh peserta yang menyimak orasi]. Tidak hanya itu, panitia juga menyediakan door prize menarik bagi para peserta yang beruntung, menambah semarak suasana kebangsaan di malam itu.

Puncak acara diwarnai oleh orasi kritis yang disampaikan oleh Iskandar Eka Asmuni, anggota Dewan Syuro Aktivis Peneleh . Dengan lantang, ia melontarkan pertanyaan yang menjadi tema sentral malam itu: "Sudahkah Indonesia Merdeka?" Menurutnya, kemerdekaan fisik dari penjajahan kolonial belum cukup jika masih ada bentuk-bentuk penjajahan baru seperti ketimpangan ekonomi dan politik. "Apakah upacara ini hanya sekadar seremonial? Apakah kita, generasi penerus, sudah benar-benar bisa mengambil makna bahwa Indonesia sudah 110 tahun sejak deklarasi pertama ini? Saya berharap ini bukan sekadar seremoni, tapi panggilan untuk mewarisi nilai patriotisme dan cinta tanah air," tegas Iskandar, menggemakan semangat refleksi dari para pendiri bangsa .

Senada dengan itu, Ibnu Syifa, Sekretaris Jenderal PP Aktivis Peneleh , dalam orasinya membawa tema "Indonesia di Tengah Pusaran Geopolitik Ekonomi Global!". Ia mengingatkan bahwa cita-cita Zelfbestuur bukan hanya tentang kemerdekaan politik, tetapi juga tentang kedaulatan ekonomi dan ketahanan budaya di tengah gempuran globalisasi. "HOS Tjokroaminoto dulu berjuang agar Hindia tidak dianggap sebagai 'Sapi Perahan'. Sekarang, kita harus bertanya, apakah kita sudah berdaulat secara ekonomi? Apakah kita hanya menjadi pasar bagi produk asing?" ujarnya, mengkritisi kondisi ekonomi nasional saat ini . Ibnu Syifa juga menyoroti pentingnya implementasi pemikiran Tjokroaminoto dalam kehidupan modern, termasuk dalam praktik ekonomi yang berkeadilan .

Acara refleksi ini menjadi pengingat bahwa perjuangan HOS Tjokroaminoto yang dimulai 110 tahun lalu melalui deklarasi Zelfbestuur bukanlah sejarah usang. Pertanyaan "Sudahkah Indonesia Merdeka?" yang menggema di Taman Merjosari menjadi panggilan bagi seluruh elemen bangsa untuk mengisi kemerdekaan dengan tindakan nyata, menuju Indonesia yang adil, makmur, dan benar-benar berdaulat.

Ditulis oleh Admin

19 June 2026

← Tulisan lainnya